Tarbiyah Pendidikan Agama Islam

Pengajaran dan tarbiyah pendidikan agama islam adalah dua istilah yang saling mengisi tempat peranannya. Pada banyak kesempatan, kedua kata itu bersinonim, sedangkan jika diteliti secara mendalam dan direnungkan dengan seksama, akan ditemukan dalam banyak kesempatan bahwa keduanya saling bergantian menempati posisi sebagai yang umum dan khusus. Artinya pengertian pendidikan (tarbiyah) kadang-kadang lebih luas dari pengerian, pengajaran,a atau sebaliknya. Pengajaran atau tarbiyah pendidikan agama isla yang sedang kita bicarakan disini adalah pendidikan islam (tarbiyah islamiyah). Sebelumnya, telah kami bicarakan tentang medan-medan tarbiyah islamiyah itu. Medan yang pertama adalah manusia sendiri. Pendidikan manusia yang dipelajari seperti rohani, akal, akhlak, dan tubuh.

Perhatian untuk mendidik manusia dalam segala aspek tersebut adalah dasar dan pokok dalam melahirkan dan mencetak manusia dengan karakterisitik islam dan mengakkannya dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi dalam membangunnya dengan benar. Hal itu akan memberikan kemuliaan, penghormatan dan  kedudukan yang mulia pada manusia yang merupakan mahluk Allah yang paling mulia dalam kehidupannya di dunia dan diakhirat. Sebuah pendidikan dikatakan tarbiyah pendidikan agama islam apabila gambaran umumnya berlaku netral dari pendidikan lainnya. Kemudian menentukan sasaran dan tujuannya berangkat dari pandangan islam yang seksama. Atau menilainya dengan menggunakan timbangan islam pada berbagai istilahnya. Dalam kesempatan ini kami akan memperinci maksud dari semua pernyataan ini yaitu sebagai berikut.

  1. Dasar utama yang akan dijadikan oleh tarbiyah pendidikan agama islam terutama permasalah konstan tertumpu pada akidah, ibadah dan akhlak. Seandainya sisi-sisi konstan seperti diatas bukan berasal dari islam maka tidak bisa dikatakan sebagai tarbiyah islamiyah. Landasan pertama dalam pendidikan supaya dapat dikatakan sebagai tarbiyah islamiyah ini berakidahkan islam . Akidah dalam islam adalah mengesankan Allah. Mengimani-Nya sebagai Tuhan, Pencipta,  Pemberi rezeki, mempunyai nama dan sifat-sifat serta pekerjaan. Nama-Nya dan sifat-Nya berasar dari Dia sendiri, Allah.
  2. Pendidikan agar masuk dalam kategori islami harus bertujuan memperispkan manusia dan mendidiknya dengan berinteraksi secara benar terhadap kehidupan dunia. Pengertian kehidupan dunia mencakup beberapa hal, diantaranya sebagai berikut. Manusianya berdiri, interaksi manusia dengan dirinya diharuskan berinteraksi secara islami. Memperlakukan dirinya sesuai perintah dan larangan Allah, kemudian membersihkan dirinya dengan amal ibadah yang baik, mendekatkan diri kepada Allah degan mengerjakan segala amal perbuatan sunnah dan wajib.
  3. Suatu pendidikan dikatakan islami apabila pendidikan tersebut mampu berinteraksi dengan perkembangan dan perubahan yang ada, yaitu adanya unsur fleksibelitas serta berwawasan luas, mempunyai pandangan komperehensif dan menlam terhadap berbagai masalah kehidupan manusia yang selalu berubah-ubah. Oleh karena itu, kemampuan dalam berinteraksi terhadap perkembangan atau kemjuan jika tidak bertentangan dengan islam, dan menolak terhadap segala perkembangan kehidupan, baik pemikiran, kebudayaan, keilmuan, politik, ekonomi, social, jika bertentangan dengan islam.
Anda ingin mendapatkan materi di atas secara full content???, Anda bisa bergabung di Layanan Membership Kumpulan Tugas akhir / skripsi, Tesis, Tugas Kuliah Secara Online dan Full Content. Klik banner di bawah ini:

Share Your Thoughts